Posted by 2021 at 10:37 PM
Read our previous post
" Mentari "
Hai mentari pagi
Hari ini kau datang tampak
cerah sekali
Engkau datang tiap hari
Untuk sumber energi pribumi
Semua
orang berlari pagi
Untuk
menyehatkan diri
Tanpa
kau, hai mentari
Di
seluruh bumi ini
Akan
mati tiada lagi
===========================================================
" Indah
Nian Desaku "
Kulihat sawah membentang
Warna hijau bagai permata alam
Ku coba telusuri jalan
Akankah tetap begitu ?
Kuingin tetap begini
Terlihat apa adanya
Kuingin tetap begitu
Terlihat kenyataannya
Warna hijau bagai permata alam
Ku coba telusuri jalan
Akankah tetap begitu ?
Kuingin tetap begini
Terlihat apa adanya
Kuingin tetap begitu
Terlihat kenyataannya
Mentari mulai tenggelam
Dan…akupun tetap disini
Menikmati alam yang ada
Anugrah dari yang kuasa
Dan…akupun tetap disini
Menikmati alam yang ada
Anugrah dari yang kuasa
Oh…..alam desaku
……aman dan damai
……aman dan damai
Oh…..alam desaku
……lestarikanlah
……lestarikanlah
===========================================================
" Berguru
Pada Semut "
Hitam, merah berjalan
merayap
Menyelinap mencari celah
Mencari makan.
Hitam dan merah tak pernah
gerah
Menjunjung makanan bersama
sama
Membawa masuk ke istana
raja.
Berpesta bersama dalam
semangat
yang tetap mempesona.
===========================================================
" Istana
Langit "
Memandang ke angkasa lepas
biru,putih bahkan abu-abu
warnamu menampakkan
Tak terbayang jika manusia
berpijak di atasnya
Apa yang akan dirasa,
senang, gembira pasti
bahagia disana.
Memang manusia tak berhak
tinggal
Apalagi tidur di istana
langit
Hanya Tuhan sang pencipta
alam
Yang menguasai jagad raya,
Yang bersemayam didalamnya
Untuk mengatur kehidupan
ini
sampai kiamat nanti tiba
===========================================================
Dialah
Batu
Besar, kecil,hitam dan
putih
engkau menampakkan
Orang akan memukulmu bila
kau
membangkang
Dan kau dilempar ,bila
orang itu kesal
Sungguh malang keberadaanmu
Hanya tukang batu yang
mengerti kamu.
===========================================================
" Sinar Mentari Pukul Sepuluh
Pagi "
Pukul sepuluh pagi aku berdiri
berjalan dan lalu berlari,
di bawah sinar mentari.
berjalan dan lalu berlari,
di bawah sinar mentari.
Panasnya menusuk kulitku,
dan menyilaukan mataku,
namun tenang menembus hatiku.
dan menyilaukan mataku,
namun tenang menembus hatiku.
Ingin ku utarakan semua
biar dunia tahu,
aku bangga sebagai makhlukNya!
biar dunia tahu,
aku bangga sebagai makhlukNya!
Terima kasih,Tuhan
Kau masih biarkan aku terbangun hari ini
Kau masih ijinkan hidungku bernafas hari ini
Kau masih memberikanku hidup hari ini
Sehingga aku masih dapat menikmati
Kau masih biarkan aku terbangun hari ini
Kau masih ijinkan hidungku bernafas hari ini
Kau masih memberikanku hidup hari ini
Sehingga aku masih dapat menikmati
karuniaMu yang terindah
dalam permata yang terus
bersinar
Aku
ingin sehat
Badan kurus kering
kerontang
tak nafsu makan
Bagaikan bunga-bunga kering
yang beterbangan
Pagi hari yang indah
Harus bangun tanpa gundah
Tinggalkan kelana
Memutar badan berolahraga
Minum dan makan membahana
Menggapai tubuh sehat maha
sempurna
===========================================================
" Irama
Nusantara "
Meliuk, membentang, dan
menggejola
Perihalmu menampilkan
Pabila satu, pabila dua,
pabila tiga
Itu pastilah berbeda
Sedikit orang yang
memperlihatkan
Apalagi mengerti perihalmu
beda itu
Tak sedikit darah yang
ditumpahkan
ataupun harta dikobarkan
Tuk menebus gejolak iramamu
itu
Memang hanya satu yang
dapat
meredam ,meluluh, bahkan
menyirnakan
Pabila persatuan
tertancapkan di irama nusantaramu
===========================================================
" Lurus
Tajam "
Berkelok-kelok itu
pasti ada yang ke kiri dan ke kanan
Namun bila lurus
takkan pernah menemuimu
baik kiri maupun kanan
itulah hendaknya ditempuh
Singkat, cepat, dan ringan,
Lakukanlah bila ingin menemui-Nya
pasti ada yang ke kiri dan ke kanan
Namun bila lurus
takkan pernah menemuimu
baik kiri maupun kanan
itulah hendaknya ditempuh
Singkat, cepat, dan ringan,
Lakukanlah bila ingin menemui-Nya
===========================================================
" Puisi
Dari Bunda "
Bunda hanya sedikit
mengarang puisi untukku
Tapi semakin lama kuamati
Seyuman bunda adalah puisi
Tatapan bunda adalah puisi
Teguran bunda adalah puisi
Belaian dan doanya adalah puisi cinta
Yang disampaikan padaku
Tak putus putus
Tak putus putus
Bahkan bila kutidur
Tapi semakin lama kuamati
Seyuman bunda adalah puisi
Tatapan bunda adalah puisi
Teguran bunda adalah puisi
Belaian dan doanya adalah puisi cinta
Yang disampaikan padaku
Tak putus putus
Tak putus putus
Bahkan bila kutidur
===========================================================
" Alamku
Surgaku "
Zamrud khatulistiwa, kau
adalah surga
Fenomena alam Indonesia
begitu menawan
Orang Arab sering berkata
oh Indonesia, ini adalah
surga dunia,
tempat tak ada dua di dunia
Namun
mengapa alam surgaku mulai hilang
mulai
terkikis oleh hingar – bingarnya dunia
dan
juga kejamnya nafsu manusia
Oh
Tuhan janganlah kau ambil alam surgaku
dan
sadarkanlah kami untuk membelainya dengan penuh kasih saying
===========================================================
" Alam "
Mengapa
engkau tak tersenyum cerah
Manusia,
hewan, tumbuhan
menantimu
setiap nafas
Alam,
janganlah marah
janganlah
engkau bosan
Engkau
tempat berpijak semua makhluk.
Alam
janganlah kau enggan bersahabat
dengan
semua makhluk
terutama
manusia di dunia
Kalau
memang manusia berbuat dosa
tunjukkanlah
yang terbaik ya Allah.
Mohon
ampun segala dosa….
Bencana
gempa di mana-mana
Membuat
manusia harus ingat kepadaMu
===========================================================
No comments:
Post a Comment